Sabtu, 06 November 2021

 CARA MUDAH MEMBUAT PANTUN

 Apapun bentuk suatu pekerjaan terasa mudah dilakukan oleh seseorang apabila sudah terbiasa, sering melakukan, dan selalu mengamalkan atas apa yang telah didapat. Bagai sebuah pepatah mengatakan “Ala Bisa Karna Biasa”, demikian pula dalam hal berpantun. Seseorang yang piyawai atau mahir dalam menuturkan pantun karena sudah terbiasa dengan pantun. Bagaimana bagi seorang pemula yang baru saja belajar berpantun agar mudah mengucapkanya? Ini kita jawab pada penjelasan buku pada halaman berikut buku ini.

Banyak kita temui bahwa tidak semua orang dapat berpantun, sekalipun mereka punya pendidikan yang tinggi. Dengan demikian dapat berpantun merupakan keahlian yang harus diamalkan dan sering dilakukan. Secara teoritis orang mengetahui apa itu pantun, sebagai mana telah saya jelaskan pada bab terdahulu, tetapi tidak semua orang dapat mempraktekan dalam Bahasa lisan bagaimana membuat pantun. Apalagi membuat pantun secara kontektual atau berbalas pantun. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan pantun secara cepat dan tepat:

1.      Memahami Isi Pantun

Mengingatkan kembali para pembaca bahwa pantun adalah salah satu puisi lama yang tersusun dari empat baris, berisi sampiran dan isi, dan mempunyai rima a-b-a-b. Apakah itu sampiran dan isi pada pantun, rima pantun, dan bagaimanakah caranya yang cepat membuat pantun dengan mudah. Sebelum seseorang membuat pantun tentu sudah mengetahui mana isi mana sampiran. Isi adalah hal mutlak yang hendah disampaikan kepada para pendengar atau lawan pantun, untuk lebih mudah bagaimana cara membuat pantun dengan baik mari kita simak uraian pantun berikut:

1.      Pastikan isi hati yang akan disampaikan

Contoh:

a.       Ketika bertemu teman yang sudah lama tidak bertemu, dan kita tidak tahu sekarang dia tinggal dimana. Dalam pertemuan itu dihati ingin sekali bertanya dimana sekarang dia tinggal/berdomisili. Kita sudah menemukan isi hati yang akan kita sampaikan” hai sudah lama kita tidak bertemu, dimana sekarang kamu tinggal?”

Maka isi pantun yang kita dapat dalam pikiran kita adalah,

     Sudah lama tidak bertemu

     Dimanakah sekarang kamu tinggal?

Nah sekarang kita sudah menemukan isi dari pantun tersebut, maka selanjutnya kita mencari padan kalimat/sampiran yang sesuai dengan sajak isi pantun. Kalimat sampiran bebas kita ungkapkan yang penting sesuai dengan bunyi akhir pada isi pantun tiap barisnya. Baris 1 berpasangan dengan baris 3, baris 2 berpasangan dengan baris 4. Maka kita coba mencari sampiranya.

                 Lihat nona menjual jamu

                 Jalan kaki tidak bersandal.

Selanjutnya menjadi pantun yang lengkap.

                 Lihat nona menjual jamu

                 Jalan kaki tidak bersandal

Sudah lama tidak bertemu

                 Dimanakah sekarang kamu tinggal?

Atau dalam pikiran pembaca sekarang bagaimana belajar berpantun agar cepat pintar dan pandai?

Mari kita ambil isi yang akan dibuat pantun.

Sungguh indah lagu dilantun

Sambil duduk ditepi pantai

Bagaimana belajar berpantun

Agar cepat pintar dan pandai?

 

b.      Untuk bisa membuat pantun dengan cepat tentunya perlu berlatih, selain itu perlu juga meghapal pantun pantun yang ada, tetapi kita lebih sering membayangkan apa yang sedang kita lihat dan dengar dirangkai menjadi sebuah pantun.  Dari deskripsi di atas mungkin anda punya persepsi lain misalnya:

Pergi ke goa hendak bertapa

Pondok dibuat beratap genteng

Wahai kawan lama tak jumpa

Nampak wajah semakin ganteng

c.       Kalau teman kita seorang wanita, dan dia kelihatan semakin cantik tentu kita dapat membuat pantun sesuai yang kita lihat.

            Dari Semarang membeli batik

            Buat oleh oleh ibu dirumah

            Sekarang kamu Nampak cantik

            Wajah ayu sikapmu ramah

 

2.      Mencari Kata atau Kalimat Pantun

Seseorang yang pandai berpantun terdengar dari pilihan kata yang dirangkainya. Bagi pemula tentu kita membiasakan berpantun dengan kalimat kita sehari-hari. Dalam pemilihan kata yang kita buat tentu kita harus menentukan jenis pantun atau tema yang kita buat. Seandainya kita membuat jenis pantun nasehat, maka pilihan kata yang bermaknakan ajakan bukan lelucon atau jenaka. Jika tema yang kita buat pantun Asmara, maka pilihan kata juga yang indah-indah, atau kalau jenis pantun yang kita buat pantun jenaka maka carilah kalimat yang berkesan lucu.

Contoh pantun dengan pilihan kata yang tepat:

Asmara====  Sungguh indah bulan purnama

Sayang cahaya tertutup awan

Melihat adek bukan pertama

Semakin hari semakin menawan

            Kalau biduk menuju laut

            Biarlah layar tegak mengembang

            Kalau hati sudah terpaut

            Sabarlah adek menunggu abang

Nasehat==== Kain batik bercorak batik

Benang emas dari semberang

Badan cantik berparas cantik

Berhati emas pilihan orang.

            Jenaka ===== Anak itik tepi muara

                                    Cari makan si-anak ikan

                                    Terlihat cantik si-anak dara

                                    Orang dirumah jangan lupakan.

                                                Buah periya didalam bakul

Bakul disimpan diatas genteng

Ibu mertua tersenyum simpul

Dapat menantu berwajah ganteng

 

3.      Memahami Kontek atau Audien

Dalam berpantun kita juga harus memperhatikan hal hal yang berhubungan dengan situasi kita berada seperti: dimana pantun sedang diadakan, siapa saja yang hadir dalam acara tersebut, dimana acara dilaksanakan, siapa saja yang mendengar pantun kita, kalangan apasaja yang menghadiri, dalam rangkaapa pantun diadakan dan lain sebagainya. Situasi seperti itu juga harus diperhitungkan dalam menyampaikan pantun, agar pantun yang kita bacakan sesuai tema atau pada tempatnya. Berikut saya berikan contoh-contoh pantun sesuai dengan kontek atau acara.

Contoh pantun dalam acara resmi:

Bunga melati didalam talam

Tumbuh dipantai pohon cemara

Assalamualaikum pembuka salam

Ijinkan saya bawakan acara

 

Anak dara membawa timba

Timba dibawa berisi air

Sanak saudara sudahlah tiba

Para pemukapun turut hadir

 

Anak ayam mencari makan

Mencari makan ditepi sawah

Selamat datang kami ucapkan

Semoga kita dirahmati Allah

 

 

 

Dari kuala hendak kebangka

Mak berpesan kueh juadah

Mari acara kita buka

Dengan mengucapkan kata basmallah.

 

Dari kuala hendak kebangka

Mak berpesan kueh juadah

Karena acara sudah dibuka

Kita persilakan sambutan Tuan rumah.

 

Contoh pantun untuk pembacaan do’a

Kalau pergi ke teluk Keramat

Jangan lupa mebawa tongkat

Bersama kita memohon rahmat

Semoga kita mendapat berkat

 

Tebang bambu tebanglah buluh

Jangan Tarik sedari ujung

Angkatlah tangan jari sepuluh

Semoga kita sama-sama beruntung

 

Kalau punya burung perkutut

Jangan diadu dikuala dua

Sebelum acara kita tutup

Marisempurnakan membaca do’a

 

Sarang lebah dipohon rendah,

Dahan terikat tali perkasa

Sepuluh jari kita menadah

Mohonlah berkat yang Maha Esa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar