Sabtu, 05 September 2015

Bahasa Indonesia berpeluang menjadi bahasa Internasional.

Bahasa Indonesia berpeluang menjadi bahasa Internasional.

Seperti yang diungkapkan Profesor Dr.Handayani, seorang Guru Besar Bahasa Indonesia Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS), bahasa Indonesia punya potensi digunakan sebagai bahasa internasional, pasalnya saat ini bahasa Indonesia juga dipelajari di lebih dari 45 negara di dunia. beberapa diantaranya adalah Australia, Jepang, Vietnam, Mesir, dan Italia. hal ini membuat Bahasa Indonesia masuk ke dalam peringkat 10 besar bahasa yang paling banyak digunakan di seluruh dunia. Di Australia, sekitar 500 sekolah telah mengadopsi bahasa Indonesia sebagai program studinya. Inilah alasan kuat kenapa kemungkinan bahasa Indonesia juga berpeluang menjadi bahasa internasional. Saat ini hampir seluruh perguruan tinggi di ASEAN turut membuka program studi Bahasa Indonesia. Perguruan tinggi di Filipina juga telah membuka program studi Bahasa Indonesia, Dengan semakin dikenalnya Bahasa Indonesia, semakin banyak dipelajari sehingga menjadi salah satu bahasa yang digunakan sebagai bahasa internasional. (republika.co.id, jakarta)

a.       Kekuatan Bahasa Indonesia.
1.      Bahasa Indonesia sebagai pemersatu bangsa, yang dikenal dengan sumpah pemuda yang dideklarasikan pada tanggal 28 oktober 1928, salah satunya berbunyi “Berbahasa satu bahasa persatuan Indonesia”.
2.      Bahasa Indonesia relatif mudah beradaptasi dengan istilah-istilah asing dengan melakukan penyerapan, termasuk istilah Inggris yang seiring waktu kemudian diserap menjadi Bahasa Indonesia .
3.      Penulisan Bahasa Indonesia menggunakan huruf latin yang universal. Ini tentu berbeda dengan bahasa lain misalnya China, Arab, Jepang, atau Korea. Maka dalam mempelajarinya tidaklah terlalu rumit atau membututuhkan waktu yang cukup lama. Menggunakan huruf latin, dalam penulisan tertentu Bahasa Indonesia tidak menggunakan huruf yang bersifat khas seperti yang diterapkan di beberapa negara di Eropa.
4.      Berbeda dengan bahasa asing lainnya, Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang mudah karena Bahasa Indonesia memiliki tingkatan kata atau kalimat yang sangat mudah dimengerti.  Setiap pengucapan kata/ kalimat untuk semua situasi, meskipun terjadi kemarin, sekarang ataupun lusa, kata yang digunakan tetap sama.
b.      Kelemahan Bahasa Indonesia
1.     Pertama yaitu kualitas SDM Indonesia. Dengan rendah nya kualitas SDM Indonesia menyebabkan susahnya mengembangkan Bahasa Indonesia. Dalam penggunaan bahasa banyak orang Indonesia yang belum mampu berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Hal ini akan menghambat pengakuan Bahasa Indonesia sebagai bahasa Internasional. Dikutip dari kompasiana pada pelaksanaan ujian nasional SMP/SMA, kegagalan ujian Bahasa Indonesia mencapai 30 persen. Sebaliknya, kegagalan di ujian Bahasa Inggris berkisar 5 persen. Bagaimana mungkin sebuah bahasa dijadikan bahasa dunia tapi penutur aslinya tidak menguasai.
2.        Hambatan yang kedua yaitu, paradigma masyarakat tentang penggunaan bahasa asing sebagai gengsi sosial. Sebuah tren penggunaan bahasa daerah dikalahkan oleh Bahasa Indonesia dan penggunaan bahasa Indonesia dikalahkan oleh bahasa Inggris. Orang banyak berfikir bahwa menggunakan bahasa asing yaitu bahasa Inggris menunjukan gengsi sosial yang tinggi dan dianggap orang berpendidikan. Teori ini sebenarnya salah, dan tren ini dapat dilihat dengan berkembangnya sekolah-sekolah berstandar internasioanal yang menggunakan bahasa Inggris sebagi bahasa pengantarnya. Hambatan lain dari bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional yaitu daya tawar politik dan ekonomi yang rendah. Kesiapan bahasa menjadi bahasa Internasional yang digunakan banyak negara bergantung pada seberapa besar ketergantungan terhadap bahasa tersebut dalam berbagai aspek, seperti ekonomi, sosial, dan budaya.
  
c.       Tantangan

Tantangan utamanya berasal dari sikap penuturnya. Sebagaimana diketahui, kedudukan Bahasa Indonesia di rumahnya sendiri masih belum mantap. Dominasi bahasa asing, seperti Bahasa Inggris yang berkembang beberapa dekade ini telah sedikit demi sedikit menggeser posisi Bahasa Indonesia di hati masyarakat. Itu tampak jelas dalam pidato kenegaraan atau kalimat pada iklan, yang banyak dicampur  antara Bahasa Indonesia dan bahasa asing. Oleh sebab itu, kecintaan berbahasa Indonesia perlu dipupuk dan dipelihara. Salah satu caranya adalah menggunakan Bahasa Indonesia dengan baik dan benar.  Slogan itu sebetulnya suatu ajakan agar kita menggunakan bahasa pada tempat dan situasi yang tepat.  Maka,  kita tidak perlu menggunakan ragam baku di pasar tradisional, stasiun, atau terminal karena konteksnya memang tidak tepat. Jadi, mari kita belajar mencintai bahasa Indonesia dengan menuturkannya pada konteks yang sesuai (penulis juga sering latah menggunakan Bahasa Indonesia). ( Sindonews.com)

Proses Penyerbukan


Jumat, 04 September 2015

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Satuan pendidikan      :  SEKOLAH DASAR
Kelas / semester          :  4 / 2
Tema / topik                :  cita- citaku
Mata Pelajaran            :  Matematika
Petemuan ke                :  1, 2 dan 3
Semester                      :  2   (dua)
Alokasi waktu             :


A.    KOMPETENSI INTI
1.      Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya
2.      Menunjukan i perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru dan tetangga
 4.   Menyajikan pengetahuan factual dalam bahasa yang jelas, sistematis, dan logis, dalam karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlaq mulia.

B.     KOMPETENSI DASAR
 4.5  Mengurai dan menyusun kembali jaring- jaring bangun ruang sederhana

C.    INDIKATOR

4.5.1  Mengurai model bangun ruang kubus  menjadi jaring-jaring kubus
4.5.2  Menyusun jaring-jaring kubus  menjadi model bangun ruang kubus.
4.5.3  Mengurai model bangun ruang balok menjadi jarring- jarring balok
4.5.4  Menyusun jarring- jarring balok menjadi model bangun balok
D.    TUJUAN  PEMBELAJARAN:
1.      Melalui kerja kelompok anak dapat mengurai model bangun ruang kubus menjadi jarring- jarring kubus.
2.      Melalui penugasan anak dapat menyusun jarring- jarring kubus  menjadi model bangun ruang kubus.
3.      Melalui kerja kelompok anak dapat mengurai model bangun ruang balok menjadi jarring- jarring balok.
4.      Melalui penugasan anak dapat membentuk model balok dari  jarring- jarring balok.
5.      Melalui penugasan anak dapat membuat jaring- jaring kubus dan balok
6.      Melalui penugasan anak dapat membentuk model bangun ruang kubus dan balok melalui jaring- jaring yang telah tersedia.

F.   MATERI :  Jaring- jarring bangun ruang kubus dan balok
                            Model- model bangun ruang kubus dan balok

     





G.   PENDEKATAN & METODE
Pendekatan          : Scientific
Strategi                 : Cooperative Learning
Metode                 : Penugasan, Tanya Jawab, Diskusi Dan Ceramah

H.  Kegiatan  Pembelajaran I (Indikator 1-4)

Kegiatan
Deskripsi Kegiatan
Alokasi
Waktu
Pendahuluan
1.      Mengajak semua siswa berdo’a menurut agama dan keyakinan masing-masing (untuk mengawali kegiatan pembelajaran)
2.      Melakukan komunikasi  tentang kehadiran siswa
3.      Menyampaikan tujuan pembelajaran
4.      Melakukan appersepsi.
5.      Meminta siswa mengeluarkan  contoh- contoh model bangun ruang yang telah dipersiapkan dari rumah.

10 menit
Inti
·         Membagi beraneka  permen yang telah disediakan guru.
·         Meminta siswa duduk berkelompok berdasarkan permen yang diperoleh.
·         Meletakan model- model bangun ruang ( kubus dan balok) yang ada di meja kelompok masing- masing.


·      Anak bekerja dalam kelompok masing- masing untuk mengurai model bangun ruang(kubus dan balok)  yang tersedia di kelompok
·      Siswa dalam kelompok menggambar jaring- jaring bangun ruang kubus dan balok yang ditemukan.
·      Menyusun jarring-jaring (kubus dan balok) yang telah ditemukan menjadi model bangun ruang kubus dan balok.


·      Mempresentasikan hasil kerja kelompok dalam diskusi secara klasikal.
·      Menanggapi hasil diskusi kelompok.

Penutup
1.      Bersama-sama siswa membuat kesimpulan / rangkuman hasil belajar
15 menit
2.      Bertanya jawab tentang materi yang telah dipelajari (untuk mengetahui hasil ketercapaian materi)
3.      Melakukan penilaian hasil belajar

4.      Mengajak semua siswa berdo’a menurut agama dan keyakinan masing-masing (untuk menutup kegiatan pembelajaran).



I.    SUMBER DAN  MEDIA
·         Video virtual matematika tentang jarring- jarring bangun ruang.
·         Beraneka model bangun ruang.
·         Buku gambar dan peralatan gambar
·         Buku Tematik Kelas 4
·         Buku lain yang menunjang terhadap materi jrring- jaring bangun ruang

J.  PENILAIAN

  1. Prosedur Penilaian
a.      Penilain Proses
Menggunakan format pengamatan dilakukan dalam kegiatan pembelajaran sejak dari kegiatan awal sampai dengan kegiatan akhir

b.      Penilaian Hasil Belajar
Menggunakan instrumen penilaian hasil belajar dengan tes tulis dan lisan (terlampir)

  1. Instrumen Penilaian
a.      Penilaian Proses
1)   Penilaian Kinerja
2)   Penilaian Produk

b.      Penilaian Hasil Belajar
·       Pilihan ganda
·       Isian singkat
·       Esai atau uraian


Mengetahui                                                                            Guru Kelas 4
Kepala Sekolah,                                                                   



……………….                                                                 ………………………
NIP………….                                                                         NIP  ………………….



PENILAIAN NON TES:

A.     Penilaian Produk
1.      Kinerja dalam menggambar model jarring- jarring kubus dan balok.

No
Kriteria
2
3
4
5
1
Gambar jarring- jarring kubus di buku kerja





2
Gambar jaring- jaring balok di buku kerja





3
Bentuk jaring- jaring kubus dari kertas karton manila.





4.
Bentuk jaring- jaring balok dari kertas karton manila








  Keterangan:
1.      Jika tidak ada gambar
2.      Gambar tidak sempurna
3.      gambar mendekati sempurna
4.      gambar sempurna
5.      gambar sempurna dan dilengkapi dengan warna berbeda.

2. Penilaian Presentasi

No.
Kriteria penilaian
1
2
3
4

Kejelasan isi





Keberanian





Penampilan




        
         Keterangan :
            Kejelasan isi
1        :  Materi yang disampaikan tidak jelas atau tidak sesuai dengan materi
2        :  Materi yang disampaikan cukup jelas
3        :  Materi yang disampaikan jelas
4        :  Materi yang disampaikan sangat jelas

Keberanian
1        :  Siswa terlihat kurang berani
2        :  Siswa terlihat cukup berani
3        :  Siswa terlihat berani
4        :  Siswa terlihat sangat berani

Penampilan
1         :  Penampilan kurang baik
2         :  Penampilan cukup baik
3         :  Penampilan baik
4         :  Penampilan baik sekali






            3. Penilaian Kelompok

No.
Kriteria penilaian
1
2
3
4
1.
Keaktifan




2.
Kerjasama




3.
Tanggung Jawab




4.
Kerapian





            Keterangan
Keaktifan
1        :  Kelompok  kurang aktif dalam kerja kelompok
2        :  Kelompok cukup aktif dalam kerja kelompok
3        :  Kelompok aktif dalam kerja kelompok
4        :  Kelompok sangat aktif dalam kerja kelompok
             

Kerjasama
1        :  Kerjasama dalam kelompok kurang
2        :  Kerjasama dalam kelompok cukup baik
3        :  Kerjasama dalam kelompok baik
4        :  Kerjasama dalam kelompok baik sekali

Tanggung jawab