Minggu, 24 Oktober 2021

DIKLAT CALON PENGAWAS SEKOLAH ojt 3a

 

a.    Tugas 03.A-IST1. Menganalisis pelaksanaan tugas pokok dan kode etik pengawas sekolah

 

Saudara diminta untuk menjawab pertanyaan di bawah ini dengan mengacu kepada bahan bacaan yang telah disediakan baik di LMS (bagi moda daring) maupun di file bahan pembelajaran (bagi moda luring).

 

1)      Diskusikan dan tuliskan hubungan pelaksanaan tugas pokok pengawas sekolah dengan pengembangan karir pengawas sekolah.

 

Text Box: Pengawas memiliki tugas pokok pengawas adalah Menyusun program supervisi, pelaksanan pembinaan, pemantauan pelaksanaan 8 SNP, penilaian, pembimbingan dan pelatihan  professional guru, evaluasi hasil pelaksanaan program supervisi, pelaksanaan tugas supervise di daerah khusus. Setiap pengawas yang melakukan kegiatan pengawasan akan mendapatkan  angka kredit sesuai dengan Pasal 14 Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nonor 21 Tahun 2014. Dan rincian tugas pokok pengawas sekolah berkaiatan dengan jenjang jabatan pengawas sekolah. Jenjang jabatan pengawas terdiri dari:
a.	Pengawas Sekolah Muda (Golongan III/c dan III/d)
b.	Pengawas Sekolah Madya (Golongan IVa, IVb  dan IVc)
c.	Pengawas Sekolah Utama (Golongan IVd dan IVe)

 

2)      Berikut adalah beberapa penggalan kasus pelanggaran Kode Etik Pengawas dan bagaimana pendapat Anda dan solusi yang ditawarkan:

NO

KASUS PELANGGARAN

PELANGGARAN KODE ETIK

PENDAPAT DAN SOLUSI

1.     

Pengawas memberikan saran-saran guru dalam proses pembelajaran hanya melihat RPP tanpa melakukan supervisi kelas.

 

Pasal 6, yaitu pelaksanaan tugas dan layanan professional pengawas sekolah/Madrasah dalam hubungannya dengan guru/Madrasah, masyarakat, organisasi profesi APSI dan pemerintah

Alasan melanggar Pasal 6, karena seharusnya pengawas memberikan tugas dan layanan yang professional  kepada guru.

1. Pengawas harus melakukan supervisi akademik kepada guru

2. Pengawas memberikan bimbingan dan pelatihan kepada guru mengenai perangkat pembelajaran dan model-model pembelajaran

3.Pengawas melakukan supervisi penilaian akademik dan tindak lanjut hasil penilian yang sudah dilakukan oleh guru

 

2.     

Pengawas berkunjung ke sekolah tanpa membawa tujuan yang jelas karena tidak memiliki program pengawasan

Pasal 6 ayat 1c yaitu Pengawas sekolah menjalin komunikasi, konsultasi, klarifikasi, konfirmasi, koordinasi, dan konsolidasi, dengan guru dan kepala sekolah

Alasan melanggar pasal 6 ayat 1c karena pengawas datang kesekolah tanpa tujuan dan program pengawasan yang jelas

1.     Pengawas harus melakukan sosialisasi program kepengawasan kepada sekolah binaan/Kepala sekolah

2.     Pengawas harus mengkomunikasikan kegiatan pembinaan yang akan dilakukan kepada kepala sekolah

3.    Pengawas melakukan konfirmasi kepada kepala sekolah terkait tujuan kunjungan ke sekolah binaan.

 

3.     

Pengawas memiliki kesibukan yang bukan menjadi tanggung jawabnya.

Pasal 3 ayat 1 yaitu setiap pegawas sekolah/madrasah mengucapkan janji sebagai wujud pengabdian yang tinggi dalam menekuni tugas sebagai pengawas sekolah dan kesediaan untuk mematuhi norma dan etika yang termuat didalam kode etik pengawas sekolah/madrasah sebagai pedoman bersikap dan berperilaku

Alasan melanggar pasal 3 ayat 1 karena pengawas melaksanakan janji sebagai wujud pengabdian yang tinggi dalam menekuni tugas sebagai pengawas sekolah

1.    Kepala sekolah meminta pengawas untuk melakukan pembinaan, bimbingan

2.    Kepala sekolah mengkomunikasikan kondisi yang dialaminya dengan pimpinan pengawas tersebut (korwas)

3.    .Korwas melakukan pemantauan terhadap kinerja pengawas bawahannya

 

4.     

Pengawas melakukan supervisi kualifikasi dan kompetensi guru tanpa membawa instrumen kualifikasi dan kompetensi

 

Pasal 6 ayat 1d yaitu pengawas dalam melaksanakan tugas bersikap jujur, transparan, dan koligial

Alasannya: pengawas dalam melakukan supervise harus menggunakan instrument agar hasil transparan.

1.    Pengawas harus mensosialisasikan program kepengawasan kepada kepala sekolah dan guru

2.    Pengawas harus membuat jadwal supervisi akademik

3.    Pengawas harus membuat instrument tentang kualifikasi dan kompetensi guru

5.     

Pengawas tidak peduli terhadap masalah yang dihadapi guru dalam proses pembelajaran

Pasal 6 ayat 1a yaitu pengawas sekolah/madrasah berperilaku secara professional dalam melakukan tugas kepengawasan

Alasannya: Pengawas tidak professional

 

1.    Pengawas harus mensosialisasikan program kepengawasan kepada kepala sekolah dan guru

2.    Pengawas harus membuat jadwal supervisi akademik

 

6.     

Pengawas selalu mengandalkan operator sekolah binaannya untuk menyelesaikan tugas pokoknya

Pasal 6 ayat 1h yaitu sigap dan terampil untuk menganggapi dan membantu memecahkan masalah masalah yang dihadapi apparat binaannya

Alasannya: pengawas kurang sigap dan terampil dalam menyelesaikan tugas pokoknya

1.    Mengikuti pelatihan kepengawas

2.    Mengikuti pelatihan IT

3.    Belajar mandiri untuk meningkatkan kompetensi

4.    Tutor sebaya

 

7.     

Pengawas datang ke sekolah dan langsung menegur kepala sekolah berdasarkan aduan masyarakat kepadanya.

Pasal 6 ayat 1b yaitu: pengawas sekolah menjalin kemitraan yang harmonis dan kondusif dengan guru dan kepala sekolah

Alasannya: menegur langsung kepala sekolah tanpa konfirmasi terlebih dahulu dapat menimbulkan konflik dan ketersinggungan dari kepala sekolah.

 

1.    Memperbaiki hubungan kemitraan

2.    Melakukan komunikasi yang efektif dengan kepala sekolah

3.    Melakukan konfirmas kepada kepala sekolah terhadap aduan masyarakat

4.    Mencari informasi dan data kebenaran aduan masyarakat tersebut

 

Sabtu, 23 Oktober 2021

MATER CALON PENGAWAS. OJT.3

 

Menyusun gagasan dan rencana inovasi pengawasan (Program Pengawasan)

Gagasan dan rencana inovasi pengawasan bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar peserta tentang penyusunan program pengawasan dengan mengacu kepada lampiran 1 format XIII Permendikbud 143 tahun 2014 dan Panduan Kerja Pengawas Sekolah tahun 2017:32-36 khususnya pada BAB III PROGRAM TAHUNAN sebagai berikut:

 

Tabel Tugas 03-OJT1. Menyusun Gagasan dan Rencana Inovasi Pengawasan

No

Masalah Utama Pembelajaran

Alternatif Solusi

Rencana Tindakan Pengawasan

Bentuk Kegiatan

Waktu Pelaksanaan

a

b

c

d

e

f

1

Belum terlaksananya penggunaan media pembelajaran berbasis aneka sumber.

 

1)    Kunjungan kelas/

2)    Diskusi

3)    supervisi

4)    Rapat akhir semester

5)    KKG

6)    IHT

 

Melaksanakan pembimbingan guru tentang inovasi media pembelajaran dari berbagai sumber.

KKG/

Workshop berbasis produk.

Selama OJT 2

 

Petunjuk pengisian:

1.    Kolom “a” diisi dengan nomor urut;

2.    Kolom “b” diisi dengan masalah utama pembelajaran berdasarkan isian Tugas 02-OJT1 (kolom e)

3.    Kolom “c” diisi dengan beberapa alternatif solusi pemecahan masalah utama pembelajaran

4.    Kolom “d” diisi dengan rencana tindakan pengawasan yang sesuai dengan (Pembinaan Guru, Kepala Sekolah, dan tenaga kependidikan lainnya, Penilaian Kinerja Guru dan/atau Kepala Sekolah, atau Pembimbingan dan Pelatihan Guru dan/atau Kepala Sekolah (disusun tersendiri)*

5.    Kolom “e” diisi dengan bentuk kegiatan untuk melaksanakan rencana tindakan pengawasan dalam rangka memecahkan masalah utama pembelajaran (kolom c)

6.    Kolom “f” diisi dengan waktu pelaksanaan kegiatan

MATERI CALON PENGAWAS SEKOLAH OJT.2

 

Mengidentifikasi Masalah Pembelajaran

Peserta bersama warga sekolah mengidentifikasi kondisi di sekolah melalui pemantauan 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP), hasil rapor mutu sekolah, data hasil supervisi akademik atau data lain yang relevan terkait dengan pembelajaran, untuk menjawab pertanyaan berikut ini.

a.   Apa saja kekuatan dan kelemahan dari sekolah Saudara?

b.   Apa saja masalah pembelajaran yang ditemukan di sekolah Saudara?

c.   Tentukan masalah utama yang berkaitan dengan pembelajaran dari masalah-masalah yang ditemukan di sekolah Saudara?

 

Peserta dapat menggunakan format identifikasi masalah pembelajaran dengan format seperti di bawah ini:

 

Tabel Tugas 02-OJT1. Mengidentifikasi Masalah Pembelajaran

No

Deskripsi Sekolah Sendiri (kekuatan dan kelemahan)

Identifikasi Masalah Pembelajaran

Masalah Utama yang Terkait Pembelajaran

a

b

c

d

I.               

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

II.             

 

 

 

 

 

 

 

 

Kekuatan:

Standar Sarana dan Prasarana Pendidikan

·      Kapasitas daya tampung sekolah memadai

·         Sekolah memiliki sarana dan prasarana pembelajaran yang lengkap dan layak

·         Memiliki ruang kelas sesuai standar

 

Kelemahan:

Standar Proses

1)  Menyusun dokumen rencana belum lengkap dan belum sistematis

2)  Mendorong siswa mencari tahu

3)  Mengarahkan pada penggunaan pendekatan ilmiah

4)  Melakukan pembelajaran berbasis kompetensi

5)  Memberikan pembelajaran terpadu

6)  Melaksanakan pembelajaran dengan jawaban yang kebenarannya multi dimensi;

7)  Melaksanakan pembelajaran menuju pada keterampilan aplikatif

1.    Belum melakukan evaluasi denganbaik

2.    Belum melakukan Proses pembelajaran dengan tepat

3.    pengelolaan kelas belum maksimal dan inovatif

4.    kurang memberikan  siswa mencari tahu

5.    Belum melaksanaakan pendekatan ilmiah

6.    Belum Menerapkan metode pembelajaran sesuai karakteristik siswa

7.    Belum Memanfaatkan media pembelajaran dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran

8.    Belum Menggunakan aneka sumber belajar

 

Belum terlaksananya penggunaan media pembelajaran berbasis aneka sumber dalam pembelajaran disekolah

1.     

 

Petunjuk pengisian instrumen identifikasi masalah pembelajaran:

1.    Kolom “a” diisi dengan nomor urut

2.    Kolom “b” diisi dengan deskripsi sekolah sendiri yang meliputi kekuatan dan kelemahan berdasarkan data yang diperoleh dari hasil rapor mutu sekolah, pemantauan 8 SNP, hasil supervisi akademik, atau data lain yang relevan dengan pembelajaran

3.    Kolom “c” diisi dengan hasil identifikasi masalah pembelajaran yang ditemukan di sekolah dan belum dapat diselesaikan

4.    Kolom “d” diisi dengan satu masalah utama yang dipilih sebagai prioritas dari beberapa masalah yang telah diidentifikasi dalam kolom “c”. Masalah utama merupakan simpulan dari berbagai permasalahan yang muncul yang dapat mempengaruhi kualitas pembelajaran, tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat, harus bekerja sama dengan semua pemangku kepentingan, dan memerlukan keterampilan kepemimpinan yang kuat untuk menyelesaikannya.

 

Rubrik Penilaian:

Nilai

Indikator

91 – 100

Seluruh indikator terpenuhi

1.    Deskripsi sekolah menunjukkan kekuatan dan kelemahan yang disertai dengan data pendukung secara jelas

2.    Identifikasi masalah pembelajaran dirumuskan dengan mengacu kepada data yang riil di sekolah

3.    Rumusan masalah utama terhubung dengan deskripsi dan identifikasi masalah

4.    Adanya keterkaitan antara deskripsi sekolah, identifikasi masalah pembelajaran, dan masalah utama

81 – 90,99

Minimal tiga indikator terpenuhi

71 – 80,99

Dua indikator terpenuhi

< 70,99

 

 

Satu indikator terpenuhi