Bahasa Indonesia berpeluang menjadi bahasa Internasional.
Seperti yang
diungkapkan Profesor Dr.Handayani, seorang Guru Besar Bahasa Indonesia
Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS), bahasa Indonesia punya potensi
digunakan sebagai bahasa internasional, pasalnya saat ini bahasa Indonesia juga
dipelajari di lebih dari 45 negara di dunia. beberapa diantaranya adalah
Australia, Jepang, Vietnam, Mesir, dan Italia. hal ini membuat Bahasa Indonesia
masuk ke dalam peringkat 10 besar bahasa yang paling banyak digunakan di
seluruh dunia. Di Australia, sekitar 500 sekolah telah mengadopsi bahasa
Indonesia sebagai program studinya. Inilah alasan kuat kenapa kemungkinan
bahasa Indonesia juga berpeluang menjadi bahasa internasional. Saat ini hampir
seluruh perguruan tinggi di ASEAN turut membuka program studi Bahasa Indonesia.
Perguruan tinggi di Filipina juga telah membuka program studi Bahasa Indonesia,
Dengan semakin dikenalnya Bahasa Indonesia, semakin banyak
dipelajari sehingga menjadi salah satu bahasa yang digunakan sebagai bahasa
internasional. (republika.co.id, jakarta)
a.
Kekuatan Bahasa Indonesia.
1.
Bahasa Indonesia sebagai pemersatu bangsa, yang
dikenal dengan sumpah pemuda yang dideklarasikan pada tanggal 28 oktober 1928,
salah satunya berbunyi “Berbahasa satu bahasa persatuan Indonesia”.
2.
Bahasa Indonesia relatif mudah beradaptasi
dengan istilah-istilah asing dengan melakukan penyerapan, termasuk istilah
Inggris yang seiring waktu kemudian diserap menjadi Bahasa Indonesia .
3.
Penulisan Bahasa Indonesia menggunakan huruf
latin yang universal. Ini tentu berbeda dengan bahasa lain misalnya China,
Arab, Jepang, atau Korea. Maka dalam mempelajarinya tidaklah terlalu rumit atau
membututuhkan waktu yang cukup lama. Menggunakan huruf latin, dalam
penulisan tertentu Bahasa Indonesia tidak menggunakan huruf yang bersifat khas
seperti yang diterapkan di beberapa negara di Eropa.
4.
Berbeda dengan bahasa asing lainnya, Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang mudah karena Bahasa Indonesia memiliki
tingkatan kata atau kalimat yang sangat mudah dimengerti. Setiap
pengucapan kata/ kalimat untuk semua situasi, meskipun terjadi kemarin,
sekarang ataupun lusa, kata yang digunakan tetap sama.
b.
Kelemahan Bahasa Indonesia
1. Pertama yaitu kualitas SDM Indonesia. Dengan rendah nya
kualitas SDM Indonesia menyebabkan susahnya mengembangkan Bahasa Indonesia.
Dalam penggunaan bahasa banyak orang Indonesia yang belum mampu berbahasa
Indonesia yang baik dan benar. Hal ini akan menghambat pengakuan Bahasa
Indonesia sebagai bahasa Internasional. Dikutip dari kompasiana pada
pelaksanaan ujian nasional SMP/SMA, kegagalan ujian Bahasa Indonesia mencapai
30 persen. Sebaliknya, kegagalan di ujian Bahasa Inggris berkisar 5 persen.
Bagaimana mungkin sebuah bahasa dijadikan bahasa dunia tapi penutur aslinya
tidak menguasai.
2.
Hambatan
yang kedua yaitu, paradigma masyarakat tentang penggunaan bahasa asing sebagai
gengsi sosial. Sebuah tren penggunaan bahasa daerah dikalahkan oleh Bahasa
Indonesia dan penggunaan bahasa Indonesia dikalahkan oleh bahasa Inggris. Orang
banyak berfikir bahwa menggunakan bahasa asing yaitu bahasa Inggris menunjukan
gengsi sosial yang tinggi dan dianggap orang berpendidikan. Teori ini
sebenarnya salah, dan tren ini dapat dilihat dengan berkembangnya
sekolah-sekolah berstandar internasioanal yang menggunakan bahasa Inggris
sebagi bahasa pengantarnya. Hambatan lain dari bahasa Indonesia menjadi bahasa
internasional yaitu daya tawar politik dan ekonomi yang rendah. Kesiapan bahasa
menjadi bahasa Internasional yang digunakan banyak negara bergantung pada
seberapa besar ketergantungan terhadap bahasa tersebut dalam berbagai aspek,
seperti ekonomi, sosial, dan budaya.
c.
Tantangan
Tantangan utamanya berasal dari sikap penuturnya. Sebagaimana diketahui,
kedudukan Bahasa Indonesia di rumahnya sendiri masih belum mantap. Dominasi
bahasa asing, seperti Bahasa Inggris yang berkembang beberapa dekade ini telah
sedikit demi sedikit menggeser posisi Bahasa Indonesia di hati masyarakat. Itu
tampak jelas dalam pidato kenegaraan atau kalimat pada iklan, yang banyak
dicampur antara Bahasa Indonesia dan
bahasa asing. Oleh sebab itu, kecintaan berbahasa Indonesia perlu dipupuk dan
dipelihara. Salah satu caranya adalah menggunakan Bahasa Indonesia dengan baik
dan benar. Slogan itu sebetulnya suatu
ajakan agar kita menggunakan bahasa pada tempat dan situasi yang tepat. Maka,
kita tidak perlu menggunakan ragam baku di pasar tradisional, stasiun,
atau terminal karena konteksnya memang tidak tepat. Jadi, mari kita belajar
mencintai bahasa Indonesia dengan menuturkannya pada konteks yang sesuai (penulis juga sering latah menggunakan Bahasa Indonesia). ( Sindonews.com)