Sabtu, 24 Oktober 2015

Aspek Penilaian Tes Menulis Paragraf Deskipsi


No
Unsur yang
Dinilai

Skor

Kriteria

Kategori
1
Kesesuaian isi
dengan objek yang dideskripsikan
22-28




15-21




8-14


1-7
Menggambarkan  objek  secara
jelas, detail, terperinci, memusatkan uraian pada hal- hal yang berhubungan dengan objek, dan mampu mengolah imajinasi.
Menggambarkan objek cukup jelas, cukup detail, cukup terperinci, sedikit melibatkan objek yang tidak berkaitan dengan objek yang ditulis,  dan cukup mampu mengolah imajinasi.
Mengambarkan  objek  kurang jelas,   kurang   detail,   kurang terperinci, dan kurang mampu mengolah imajinasi. Menjelaskan objek tidak jelas, tidak   detail,   uraian   terpusat pada     hal-hal     yang     tidak berhubungan    dengan    objek tulisan, dan tidak terperinci.
SB




B




C


K
2
Diksi
19-24
13-18
7-12
1-6
Jumlah kesalahan pada diksi 1-3.
Jumlah kesalahan pada diksi 4-6.
Jumlah kesalahan pada diksi 7-10.
Jumlah  kesalahan  pada  diksi lebih dari 11.
SB
B
C
K
3
Ejaan  dan  tanda
baca
16-20
11-15
6-10
1-5
Jumlah kesalahan 1-5
Jumlah kesalahan 6-10
Jumlah kesalahan 11-15
Jumlah kesalahan lebih dari 16
SB
B
C
K
4
Kesesuaian  judul
dengan isi
7-8

5-6
3-4
1-2
Tidak     ada     kalimat     yang
menyimpang dari judul.
Ada       1       kalimat       yang menyimpang dari judul.
Ada       2       kalimat       yang menyimpang dari judul.
Ada       3       kalimat       yang menyimpang dari judul.
SB

B
C
 K
5
Kohesi            dan
koherensi
10-12

7-9
4-6
1-3
Antara   kalimat   satu   kalimat
yang lain saling terkait.
Antara   kalimat   satu   kalimat yang lain cukup terkait.
Antara   kalimat   satu   kalimat yang lain kurang terkait
Antara   kalimat   satu   kalimat yang lain tidak terkait.
SB

B
C
 K
6
Kerapian tulisan
7-8

5-6
3-4
1-2
Tulisan  bagus,  jelas,  terbaca,
dan bersih
Tulisan  cukup,  jelas,  terbaca, cukup bersih
Tulisan   kurang   bagus,   jelas, terbaca, dan tidak bersih
Tulisan tidak bagus, tidak jelas, tidak bersih
SB

B
C
 K

A. Desain Program Project Based Learning

A.    Desain Program Project Based Learning
Desain program pembelajaran menulis karangan berdasarkan pengalaman kali ini akan dikembangkan dengan prinsip Project based Learning. Kegiatan pembelajaran akan dibagi ke dalam beberapa fase yang ditujukan agar siswa memiliki kesempatan untuk merencanakan, mengimplementasi dan mempresentasikan projek yang mereka kembangkan. Dari fase-fase tersebut diharapkan siswa dapat memperkaya wawasan teoritis dan empiris berdasarkan hasil pengembangan diri misalnya melalui refleksi terhadap praktik dan pengembangan sejawatnya.
Contoh desain pelaksanaan pembelajaran dengan menerapkan project based learning, adalah sebagai berikut:
A.    STANDAR KOMPETENSI:
4.Menulis
Mengungkapkan pikiran, perasaan, informasi, dan pengalaman secara tertulis dalam  bentuk karangan,  surat undangan, dan dialog tertulis
B.     KOMPETENSI DASAR:
4.1 Menulis karangan berdasarkan pengalaman dengan memperhatikan pilihan kata dan penggunaan ejaan.
C.    TUJUAN PEMBELAJARAN
1.      Melalui latihan dan penugasan siswa dapat menentukan judul karangan sesuai tema dan menyusun kerangka karngan dengan runtut.
2.      Melalui tayangan video pembelajaran siswa dapat:
a.         Menulis karangan dengan memperhatikan pilihan kata dan penggunaan ejaan yang tepat.
b.         Menulis karangan dengan kalimat dan paragraf yang padu dengan tulisan rapi dan terbaca.
1.      Fase Persiapan
a.       Guru membuka pembelajaran dengan bercerita tentang;
1)      Menentukan judul karangan sesuai tema.
2)      Menyusun kerangka karangan dengan runtut
3)      Menulis karangan dengan pilihan kata dn penggunaan ejaan yang tepat.
4)      Menulis karangan dengan kalimat dan paragraf yang padu dengan tulisan rapi dan terbaca.
b.      Guru mengembangkan strategi pembelajaran (Project-based Learning) yang dimulai dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan esensial pada siswa yang nantinya akan menjadi topik dalam penugasan.
c.       Guru membagi siswa menjadi 5 kelompok Tiap kelompok mengidentifikasi permasalahan yang akan menjadi projek mereka;
d.      Fokus permasalahan setiap kelompok berkaitan dengan pengalaman mereka pergi ketempat hiburan dan menceritakan pengalaman menjadi sebuah karangan yang menarik.
e.       Tugas ini dikerjakan oleh siswa dalam kerja kelompok.
2.      Fase Implementasi
Siswa:
a.       Mengembangkan perencanaan projek, dimulai dari identifikasi permasalahan, pemecahan masalah serta pengembangan laporan;
b.      Melakukan pemecahkan permasalahan; siswa diminta menonton video pembelajaran tentang keindahan Keraton Sambas dan mengkomparasikan dengan pengalaman berkunjung ke tempat keramaian.
c.       Dalam perkembangan menulis karangan, siswa dapat melakukan bimbingan untuk penyusunan karangan/ penyelesaian projek.
Guru:
Memberikan arahan dan bimbingan pada siswa dalam menyusun karangan tentang tata letak, ejaan, pilihan kalimat dan tanda baca yang baik dalam pengerjaan projek.
3.      Fase Seminar
Siswa:
a.       Sekelompok siswa mempresentasikan hasil karya kelompok dengan membacakan di depan kelas dan kelompok lain menanggapi.
b.      Siswa saling mendiskusikan temuan mereka serta merefleksikan terhadap apa yang mereka lakukan terhadap hasil karangan yang dibuat.
Guru:
a.       Memandu dan memfasilitasi kegiatan presentasi dan diskusi.
b.      Memberikan umpan balik, input, saran dan rekomendasi.
4.      Fase Penutup
Siswa:
Memberikan umpan balik dan masukan terhadap jalannya pembelajaran dengan pendekatan Project-based Learning yang digunakan.
Guru:
Memberikan review terhadap materi pembelajaran.











A. Desain Program Project Based Learning

A.    Desain Program Project Based Learning
Desain program pembelajaran menulis karangan berdasarkan pengalaman kali ini akan dikembangkan dengan prinsip Project based Learning. Kegiatan pembelajaran akan dibagi ke dalam beberapa fase yang ditujukan agar siswa memiliki kesempatan untuk merencanakan, mengimplementasi dan mempresentasikan projek yang mereka kembangkan. Dari fase-fase tersebut diharapkan siswa dapat memperkaya wawasan teoritis dan empiris berdasarkan hasil pengembangan diri misalnya melalui refleksi terhadap praktik dan pengembangan sejawatnya.
Contoh desain pelaksanaan pembelajaran dengan menerapkan project based learning, adalah sebagai berikut:
A.    STANDAR KOMPETENSI:
4.Menulis
Mengungkapkan pikiran, perasaan, informasi, dan pengalaman secara tertulis dalam  bentuk karangan,  surat undangan, dan dialog tertulis
B.     KOMPETENSI DASAR:
4.1 Menulis karangan berdasarkan pengalaman dengan memperhatikan pilihan kata dan penggunaan ejaan.
C.    TUJUAN PEMBELAJARAN
1.      Melalui latihan dan penugasan siswa dapat menentukan judul karangan sesuai tema dan menyusun kerangka karngan dengan runtut.
2.      Melalui tayangan video pembelajaran siswa dapat:
a.         Menulis karangan dengan memperhatikan pilihan kata dan penggunaan ejaan yang tepat.
b.         Menulis karangan dengan kalimat dan paragraf yang padu dengan tulisan rapi dan terbaca.
1.      Fase Persiapan
a.       Guru membuka pembelajaran dengan bercerita tentang;
1)      Menentukan judul karangan sesuai tema.
2)      Menyusun kerangka karangan dengan runtut
3)      Menulis karangan dengan pilihan kata dn penggunaan ejaan yang tepat.
4)      Menulis karangan dengan kalimat dan paragraf yang padu dengan tulisan rapi dan terbaca.
b.      Guru mengembangkan strategi pembelajaran (Project-based Learning) yang dimulai dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan esensial pada siswa yang nantinya akan menjadi topik dalam penugasan.
c.       Guru membagi siswa menjadi 5 kelompok Tiap kelompok mengidentifikasi permasalahan yang akan menjadi projek mereka;
d.      Fokus permasalahan setiap kelompok berkaitan dengan pengalaman mereka pergi ketempat hiburan dan menceritakan pengalaman menjadi sebuah karangan yang menarik.
e.       Tugas ini dikerjakan oleh siswa dalam kerja kelompok.
2.      Fase Implementasi
Siswa:
a.       Mengembangkan perencanaan projek, dimulai dari identifikasi permasalahan, pemecahan masalah serta pengembangan laporan;
b.      Melakukan pemecahkan permasalahan; siswa diminta menonton video pembelajaran tentang keindahan Keraton Sambas dan mengkomparasikan dengan pengalaman berkunjung ke tempat keramaian.
c.       Dalam perkembangan menulis karangan, siswa dapat melakukan bimbingan untuk penyusunan karangan/ penyelesaian projek.
Guru:
Memberikan arahan dan bimbingan pada siswa dalam menyusun karangan tentang tata letak, ejaan, pilihan kalimat dan tanda baca yang baik dalam pengerjaan projek.
3.      Fase Seminar
Siswa:
a.       Sekelompok siswa mempresentasikan hasil karya kelompok dengan membacakan di depan kelas dan kelompok lain menanggapi.
b.      Siswa saling mendiskusikan temuan mereka serta merefleksikan terhadap apa yang mereka lakukan terhadap hasil karangan yang dibuat.
Guru:
a.       Memandu dan memfasilitasi kegiatan presentasi dan diskusi.
b.      Memberikan umpan balik, input, saran dan rekomendasi.
4.      Fase Penutup
Siswa:
Memberikan umpan balik dan masukan terhadap jalannya pembelajaran dengan pendekatan Project-based Learning yang digunakan.
Guru:
Memberikan review terhadap materi pembelajaran.