|
No
|
Unsur
yang
Dinilai
|
Skor
|
Kriteria
|
Kategori
|
|
1
|
Kesesuaian isi
dengan objek
yang dideskripsikan
|
22-28
15-21
8-14
1-7
|
Menggambarkan objek secara
jelas, detail,
terperinci, memusatkan
uraian pada hal- hal yang berhubungan dengan objek, dan mampu mengolah imajinasi.
Menggambarkan
objek cukup jelas, cukup detail, cukup terperinci, sedikit melibatkan objek yang
tidak berkaitan dengan objek yang ditulis, dan cukup mampu mengolah imajinasi.
Mengambarkan objek kurang jelas, kurang detail, kurang terperinci, dan
kurang mampu
mengolah imajinasi. Menjelaskan objek tidak
jelas, tidak detail, uraian terpusat pada hal-hal yang tidak berhubungan dengan objek tulisan, dan tidak terperinci.
|
SB
B
C
K
|
|
2
|
Diksi
|
19-24
13-18
7-12
1-6
|
Jumlah kesalahan pada diksi 1-3.
Jumlah kesalahan pada diksi 4-6.
Jumlah kesalahan pada diksi 7-10.
Jumlah kesalahan
pada
diksi
lebih dari 11.
|
SB
B
C
K
|
|
3
|
Ejaan dan
tanda
baca
|
16-20
11-15
6-10
1-5
|
Jumlah
kesalahan 1-5
Jumlah
kesalahan 6-10
Jumlah
kesalahan 11-15
Jumlah
kesalahan lebih dari 16
|
SB
B
C
K
|
|
4
|
Kesesuaian judul
dengan isi
|
7-8
5-6
3-4
1-2
|
Tidak ada
kalimat yang
menyimpang
dari judul.
Ada 1
kalimat yang menyimpang dari judul.
Ada 2
kalimat yang menyimpang dari judul.
Ada 3
kalimat yang menyimpang dari judul.
|
SB
B
C
K
|
|
5
|
Kohesi dan
koherensi
|
10-12
7-9
4-6
1-3
|
Antara kalimat satu
kalimat
yang lain
saling terkait.
Antara kalimat satu
kalimat
yang lain cukup terkait.
Antara kalimat satu
kalimat
yang lain kurang terkait
Antara kalimat satu
kalimat
yang lain tidak terkait.
|
SB
B
C
K
|
|
6
|
Kerapian tulisan
|
7-8
5-6
3-4
1-2
|
Tulisan bagus, jelas,
terbaca,
dan bersih
Tulisan cukup, jelas, terbaca, cukup bersih
Tulisan kurang bagus, jelas, terbaca, dan tidak bersih
Tulisan tidak bagus, tidak jelas,
tidak bersih
|
SB
B
C
K
|
Sabtu, 24 Oktober 2015
Aspek Penilaian Tes Menulis Paragraf Deskipsi
A. Desain Program Project Based Learning
A.
Desain
Program Project Based Learning
Desain program pembelajaran menulis
karangan berdasarkan pengalaman kali ini akan dikembangkan dengan prinsip Project
based Learning. Kegiatan pembelajaran akan dibagi ke dalam beberapa fase
yang ditujukan agar siswa memiliki kesempatan untuk merencanakan,
mengimplementasi dan mempresentasikan projek yang mereka kembangkan. Dari
fase-fase tersebut diharapkan siswa dapat memperkaya wawasan teoritis dan
empiris berdasarkan hasil pengembangan diri misalnya melalui refleksi terhadap
praktik dan pengembangan sejawatnya.
Contoh desain pelaksanaan pembelajaran
dengan menerapkan project based learning,
adalah sebagai berikut:
A. STANDAR KOMPETENSI:
4.Menulis
Mengungkapkan
pikiran, perasaan, informasi, dan pengalaman secara tertulis dalam bentuk karangan, surat undangan, dan dialog tertulis
B. KOMPETENSI DASAR:
4.1 Menulis karangan berdasarkan pengalaman
dengan memperhatikan pilihan kata dan penggunaan ejaan.
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Melalui latihan dan penugasan siswa dapat menentukan judul
karangan sesuai tema dan menyusun kerangka karngan dengan runtut.
2. Melalui tayangan video pembelajaran siswa dapat:
a.
Menulis karangan dengan memperhatikan pilihan
kata dan penggunaan ejaan yang tepat.
b.
Menulis karangan dengan kalimat dan
paragraf yang padu dengan tulisan rapi dan terbaca.
1. Fase
Persiapan
a.
Guru membuka pembelajaran dengan
bercerita tentang;
1)
Menentukan judul
karangan
sesuai tema.
2)
Menyusun kerangka karangan dengan runtut
3)
Menulis
karangan dengan pilihan kata dn penggunaan
ejaan yang tepat.
4) Menulis
karangan dengan kalimat dan paragraf yang padu dengan tulisan rapi dan terbaca.
b. Guru
mengembangkan strategi pembelajaran (Project-based Learning) yang
dimulai dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan esensial pada siswa yang
nantinya akan menjadi topik dalam penugasan.
c. Guru
membagi siswa menjadi 5 kelompok Tiap kelompok mengidentifikasi permasalahan
yang akan menjadi projek mereka;
d. Fokus
permasalahan setiap kelompok berkaitan dengan pengalaman mereka pergi ketempat
hiburan dan menceritakan pengalaman menjadi sebuah karangan yang menarik.
e. Tugas
ini dikerjakan oleh siswa dalam kerja kelompok.
2. Fase
Implementasi
Siswa:
a. Mengembangkan
perencanaan projek, dimulai dari identifikasi permasalahan, pemecahan masalah
serta pengembangan laporan;
b. Melakukan
pemecahkan permasalahan; siswa diminta menonton video pembelajaran tentang
keindahan Keraton Sambas dan mengkomparasikan dengan pengalaman berkunjung ke
tempat keramaian.
c. Dalam
perkembangan menulis karangan, siswa dapat melakukan bimbingan untuk penyusunan
karangan/ penyelesaian projek.
Guru:
Memberikan arahan dan
bimbingan pada siswa dalam menyusun karangan tentang tata letak, ejaan, pilihan
kalimat dan tanda baca yang baik dalam pengerjaan projek.
3. Fase
Seminar
Siswa:
a. Sekelompok
siswa mempresentasikan hasil karya kelompok dengan membacakan di depan kelas dan
kelompok lain menanggapi.
b. Siswa
saling mendiskusikan temuan mereka serta merefleksikan terhadap apa yang mereka
lakukan terhadap hasil karangan yang dibuat.
Guru:
a. Memandu
dan memfasilitasi kegiatan presentasi dan diskusi.
b. Memberikan
umpan balik, input, saran dan rekomendasi.
4. Fase Penutup
Siswa:
Memberikan umpan balik dan masukan
terhadap jalannya pembelajaran dengan pendekatan Project-based Learning yang
digunakan.
Guru:
Memberikan review terhadap materi pembelajaran.
A. Desain Program Project Based Learning
A.
Desain
Program Project Based Learning
Desain program pembelajaran menulis
karangan berdasarkan pengalaman kali ini akan dikembangkan dengan prinsip Project
based Learning. Kegiatan pembelajaran akan dibagi ke dalam beberapa fase
yang ditujukan agar siswa memiliki kesempatan untuk merencanakan,
mengimplementasi dan mempresentasikan projek yang mereka kembangkan. Dari
fase-fase tersebut diharapkan siswa dapat memperkaya wawasan teoritis dan
empiris berdasarkan hasil pengembangan diri misalnya melalui refleksi terhadap
praktik dan pengembangan sejawatnya.
Contoh desain pelaksanaan pembelajaran
dengan menerapkan project based learning,
adalah sebagai berikut:
A. STANDAR KOMPETENSI:
4.Menulis
Mengungkapkan
pikiran, perasaan, informasi, dan pengalaman secara tertulis dalam bentuk karangan, surat undangan, dan dialog tertulis
B. KOMPETENSI DASAR:
4.1 Menulis karangan berdasarkan pengalaman
dengan memperhatikan pilihan kata dan penggunaan ejaan.
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Melalui latihan dan penugasan siswa dapat menentukan judul
karangan sesuai tema dan menyusun kerangka karngan dengan runtut.
2. Melalui tayangan video pembelajaran siswa dapat:
a.
Menulis karangan dengan memperhatikan pilihan
kata dan penggunaan ejaan yang tepat.
b.
Menulis karangan dengan kalimat dan
paragraf yang padu dengan tulisan rapi dan terbaca.
1. Fase
Persiapan
a.
Guru membuka pembelajaran dengan
bercerita tentang;
1)
Menentukan judul
karangan
sesuai tema.
2)
Menyusun kerangka karangan dengan runtut
3)
Menulis
karangan dengan pilihan kata dn penggunaan
ejaan yang tepat.
4) Menulis
karangan dengan kalimat dan paragraf yang padu dengan tulisan rapi dan terbaca.
b. Guru
mengembangkan strategi pembelajaran (Project-based Learning) yang
dimulai dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan esensial pada siswa yang
nantinya akan menjadi topik dalam penugasan.
c. Guru
membagi siswa menjadi 5 kelompok Tiap kelompok mengidentifikasi permasalahan
yang akan menjadi projek mereka;
d. Fokus
permasalahan setiap kelompok berkaitan dengan pengalaman mereka pergi ketempat
hiburan dan menceritakan pengalaman menjadi sebuah karangan yang menarik.
e. Tugas
ini dikerjakan oleh siswa dalam kerja kelompok.
2. Fase
Implementasi
Siswa:
a. Mengembangkan
perencanaan projek, dimulai dari identifikasi permasalahan, pemecahan masalah
serta pengembangan laporan;
b. Melakukan
pemecahkan permasalahan; siswa diminta menonton video pembelajaran tentang
keindahan Keraton Sambas dan mengkomparasikan dengan pengalaman berkunjung ke
tempat keramaian.
c. Dalam
perkembangan menulis karangan, siswa dapat melakukan bimbingan untuk penyusunan
karangan/ penyelesaian projek.
Guru:
Memberikan arahan dan
bimbingan pada siswa dalam menyusun karangan tentang tata letak, ejaan, pilihan
kalimat dan tanda baca yang baik dalam pengerjaan projek.
3. Fase
Seminar
Siswa:
a. Sekelompok
siswa mempresentasikan hasil karya kelompok dengan membacakan di depan kelas dan
kelompok lain menanggapi.
b. Siswa
saling mendiskusikan temuan mereka serta merefleksikan terhadap apa yang mereka
lakukan terhadap hasil karangan yang dibuat.
Guru:
a. Memandu
dan memfasilitasi kegiatan presentasi dan diskusi.
b. Memberikan
umpan balik, input, saran dan rekomendasi.
4. Fase Penutup
Siswa:
Memberikan umpan balik dan masukan
terhadap jalannya pembelajaran dengan pendekatan Project-based Learning yang
digunakan.
Guru:
Memberikan review terhadap materi pembelajaran.
Langganan:
Komentar (Atom)