CARA MUDAH MEMBUAT PANTUN
Apapun bentuk suatu
pekerjaan terasa mudah dilakukan oleh seseorang apabila sudah terbiasa, sering
melakukan, dan selalu mengamalkan atas apa yang telah didapat. Bagai sebuah
pepatah mengatakan “Ala Bisa Karna Biasa”, demikian pula dalam hal berpantun.
Seseorang yang piyawai atau mahir dalam menuturkan pantun karena sudah terbiasa
dengan pantun. Bagaimana bagi seorang pemula yang baru saja belajar berpantun
agar mudah mengucapkanya? Ini kita jawab pada penjelasan buku pada halaman
berikut buku ini.
Banyak kita temui bahwa
tidak semua orang dapat berpantun, sekalipun mereka punya pendidikan yang
tinggi. Dengan demikian dapat berpantun merupakan keahlian yang harus diamalkan
dan sering dilakukan. Secara teoritis orang mengetahui apa itu pantun, sebagai
mana telah saya jelaskan pada bab terdahulu, tetapi tidak semua orang dapat
mempraktekan dalam Bahasa lisan bagaimana membuat pantun. Apalagi membuat
pantun secara kontektual atau berbalas pantun. Ada beberapa hal yang harus
diperhatikan dalam pembuatan pantun secara cepat dan tepat:
1.
Memahami
Isi Pantun
Mengingatkan kembali para
pembaca bahwa pantun adalah salah satu puisi lama yang tersusun dari empat
baris, berisi sampiran dan isi, dan mempunyai rima a-b-a-b. Apakah itu sampiran
dan isi pada pantun, rima pantun, dan bagaimanakah caranya yang cepat membuat
pantun dengan mudah. Sebelum seseorang membuat pantun tentu sudah mengetahui
mana isi mana sampiran. Isi adalah hal mutlak yang hendah disampaikan kepada
para pendengar atau lawan pantun, untuk lebih mudah bagaimana cara membuat
pantun dengan baik mari kita simak uraian pantun berikut:
1.
Pastikan
isi hati yang akan disampaikan
Contoh:
a. Ketika
bertemu teman yang sudah lama tidak bertemu, dan kita tidak tahu sekarang dia
tinggal dimana. Dalam pertemuan itu dihati ingin sekali bertanya dimana
sekarang dia tinggal/berdomisili. Kita sudah menemukan isi hati yang akan kita
sampaikan” hai sudah lama kita tidak bertemu, dimana sekarang kamu tinggal?”
Maka isi pantun yang kita dapat dalam
pikiran kita adalah,
Sudah
lama tidak bertemu
Dimanakah
sekarang kamu tinggal?
Nah sekarang kita sudah menemukan isi
dari pantun tersebut, maka selanjutnya kita mencari padan kalimat/sampiran yang
sesuai dengan sajak isi pantun. Kalimat sampiran bebas kita ungkapkan yang
penting sesuai dengan bunyi akhir pada isi pantun tiap barisnya. Baris 1
berpasangan dengan baris 3, baris 2 berpasangan dengan baris 4. Maka kita coba
mencari sampiranya.
Lihat nona menjual jamu
Jalan kaki tidak bersandal.
Selanjutnya menjadi pantun yang
lengkap.
Lihat
nona menjual jamu
Jalan
kaki tidak bersandal
Sudah lama tidak
bertemu
Dimanakah
sekarang kamu tinggal?
Atau dalam pikiran pembaca sekarang bagaimana
belajar berpantun agar cepat pintar dan pandai?
Mari kita ambil isi yang akan dibuat
pantun.
Sungguh
indah lagu dilantun
Sambil
duduk ditepi pantai
Bagaimana belajar
berpantun
Agar cepat pintar dan
pandai?
b. Untuk
bisa membuat pantun dengan cepat tentunya perlu berlatih, selain itu perlu juga
meghapal pantun pantun yang ada, tetapi kita lebih sering membayangkan apa yang
sedang kita lihat dan dengar dirangkai menjadi sebuah pantun. Dari deskripsi di atas mungkin anda punya
persepsi lain misalnya:
Pergi
ke goa hendak bertapa
Pondok
dibuat beratap genteng
Wahai
kawan lama tak jumpa
Nampak
wajah semakin ganteng
c. Kalau
teman kita seorang wanita, dan dia kelihatan semakin cantik tentu kita dapat
membuat pantun sesuai yang kita lihat.
Dari Semarang membeli batik
Buat oleh oleh ibu dirumah
Sekarang kamu Nampak cantik
Wajah ayu sikapmu ramah
2. Mencari Kata atau Kalimat Pantun
Seseorang yang pandai berpantun terdengar dari pilihan
kata yang dirangkainya. Bagi pemula tentu kita membiasakan berpantun dengan
kalimat kita sehari-hari. Dalam pemilihan kata yang kita buat tentu kita harus
menentukan jenis pantun atau tema yang kita buat. Seandainya kita membuat jenis
pantun nasehat, maka pilihan kata yang bermaknakan ajakan bukan lelucon atau
jenaka. Jika tema yang kita buat pantun Asmara, maka pilihan kata juga yang
indah-indah, atau kalau jenis pantun yang kita buat pantun jenaka maka carilah
kalimat yang berkesan lucu.
Contoh pantun
dengan pilihan kata yang tepat:
Asmara==== Sungguh indah bulan purnama
Sayang cahaya tertutup awan
Melihat adek bukan pertama
Semakin hari semakin menawan
Kalau
biduk menuju laut
Biarlah
layar tegak mengembang
Kalau
hati sudah terpaut
Sabarlah
adek menunggu abang
Nasehat==== Kain batik bercorak batik
Benang emas dari semberang
Badan cantik berparas cantik
Berhati emas pilihan orang.
Jenaka ===== Anak itik tepi muara
Cari
makan si-anak ikan
Terlihat
cantik si-anak dara
Orang
dirumah jangan lupakan.
Buah periya didalam bakul
Bakul disimpan diatas genteng
Ibu mertua tersenyum simpul
Dapat menantu berwajah ganteng
3. Memahami Kontek atau Audien
Dalam berpantun kita juga harus
memperhatikan hal hal yang berhubungan dengan situasi kita berada seperti:
dimana pantun sedang diadakan, siapa saja yang hadir dalam acara tersebut,
dimana acara dilaksanakan, siapa saja yang mendengar pantun kita, kalangan apasaja
yang menghadiri, dalam rangkaapa pantun diadakan dan lain sebagainya. Situasi
seperti itu juga harus diperhitungkan dalam menyampaikan pantun, agar pantun
yang kita bacakan sesuai tema atau pada tempatnya. Berikut saya berikan contoh-contoh
pantun sesuai dengan kontek atau acara.
Contoh
pantun dalam acara resmi:
Bunga melati didalam talam
Tumbuh dipantai pohon cemara
Assalamualaikum pembuka salam
Ijinkan saya bawakan acara
Anak dara membawa timba
Timba dibawa berisi air
Sanak saudara sudahlah tiba
Para pemukapun turut hadir
Anak ayam mencari makan
Mencari makan ditepi sawah
Selamat datang kami ucapkan
Semoga kita dirahmati Allah
Dari kuala hendak kebangka
Mak berpesan kueh juadah
Mari acara kita buka
Dengan mengucapkan kata basmallah.
Dari kuala hendak
kebangka
Mak berpesan kueh juadah
Karena acara sudah dibuka
Kita persilakan sambutan Tuan rumah.
Contoh pantun untuk pembacaan do’a
Kalau pergi ke teluk Keramat
Jangan lupa mebawa tongkat
Bersama kita memohon rahmat
Semoga kita mendapat berkat
Tebang bambu tebanglah buluh
Jangan Tarik sedari ujung
Angkatlah tangan jari sepuluh
Semoga kita sama-sama beruntung
Kalau punya burung perkutut
Jangan diadu dikuala dua
Sebelum acara kita tutup
Marisempurnakan membaca do’a
Sarang lebah dipohon rendah,
Dahan terikat tali perkasa
Sepuluh jari kita menadah
Mohonlah berkat yang Maha Esa.