Tugas 01-OJT1. Mendalami Materi Pokok
Sebelum peserta mengisi format
tugas 01-OJT-1, terlebih dahulu harus mempelajari bahan pembelajaran khususnya
pada bagian bahan bacaan untuk 5 (lima) materi pokok pengawasan yang akan
dipelajari dalam diklat calon pengawas sekolah. Saudara dapat menggunakan
format di bawah ini:
Tabel Tugas 01-OJT1. Mendalami Materi
Pokok
|
No |
Nama Materi |
Resume Hasil Eksplorasi Materi |
Hal Baru yang Diperoleh |
|
a |
b |
c |
d |
|
1 |
Tugas Pokok dan Kode
Etik Pengawas Sekolah |
Tugas Pokok Pengawas: 1.
Penyusunan program pengawasan, 2.
Pelaksanaan pembinaan, 3.
Pelaksanaan pemantauan pelaksanaan 8 (delapan)
Standar Nasional Pendidikan, 4.
Penilaian kinerja, 5.
Pembimbingan dan pelatihan profesional guru, 6.
Evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan,
dan 7.
Pelaksanaan tugas kepengawasan di daerah
khusus”. Kode Etik Pengawas: 1.
Dalam melaksanakan tugas, senantiasa
berlandaskan iman dan taqwa, serta mengikuti perkembang an ilmu pengetahuan
dan teknologi; 2.
Merasa bangga mengemban tugas sebagai pengawas
sekolah; 3.
Memiliki pengabdian yang tinggi dalam menekuni
tugas sebagai pengawas sekolah; 4.
Bekerja dengan penuh rasa tanggung jawab dalam
tugasnya sebagai pengawas sekolah; 5.
Menjaga citra dan nama baik selaku pembina
dalam melaksanakan tugas sebagai pengawas sekolah; 6.
Memiliki disiplin yang tinggi dalam
melaksanakan tugas profesi sebagai pengawas sekolah; 7.
Mampu menampilkan jati diri dan keberadaan
sebagai aparat dan tokoh yang diteladani; 8.
Sigap dan terampil untuk menanggapi dan
membantu memecahkan masalah masalah yang dihadapi aparat yang menjadi
binaannya; 9.
Memiliki rasa kesetiakawanan sosial yang
tinggi, baik terhadap aparat binaan maupun terhadap sesama pengawas sekolah |
Focus
Group Discussian (FGD atau Diskusi Kelompok Terpimpin (DKT) yang
melibatkan unsur-unsur stakeholder sekolah. Metode
Delphi Metode Delphi dapat digunakan oleh pengawas dalam
membantu pihak sekolah merumuskan visi, misi, dan tujuan
sekolah. Sesuai dengan konsep MBS, dalam merumuskan Rencana Pengembangan
Sekolah (RPS) sekolah harus memiliki rumusan visi, misi, dan tujuan
yang jelas dan realistis yang digali dari kondisi sekolah, peserta didik, potensi
daerah, serta pandangan seluruh stakeholder Program pengawasan harus “SMARTER” (a) Specific
and motivated (b) Measureable, (c) Achieveable, (d) Time
bound, Reviewed, |
|
2 |
Supervisi
Akademik |
Pengertian
Supervisi Akademik Supervisi akademik merupakan salah satu fungsi
pengawas dalam pelaksanaan tugas pembinaan, pemantauan, penilaian,
pembimbingan, dan pelatihan profesional guru. Supervisi akademik adalah
serangkaian kegiatan membantu guru mengembangkan kemampuannya mengelola
proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran (Daresh, 1989,
Glickman, et al. 2007) A. Konsep Supervisi Akademik 1. Tujuan supervisi akademik: (1)kompetensi guru dalam membuat persiapan atau
perencanaan pembelajaran; (2)ketepatan dalam memilih pendekatan, model,
metode, dan teknik pembelajaran sesuai dengan bahan ajar yang akan
disampaikan kepada siswa; (3)kompetensi guru sebagai tenaga profesional
dalam melaksanakan proses pembelajaran di dalam kelas; (4)kompetensi guru dalam mengembangkan intrumen
penilaian dalam; (5)melaksanakan evaluasi, baik evaluasi selama
proses pembelajaran atau evaluasi hasil belajar; (6)kemampuan guru dalam memberikan tindak lanjut
pembelajaran kepada siswa; dan, (7)kelengkapan administrasi pembelajaran yang
diperlukan dalam rangka melaksanakan tugasnya sebagai seorang tenaga
profesional dibidang pendidikan 1. Langkah-langkah Pelaksanaan Supervisi Akademik a.
Perencanaan Supervisi Akademik b.
Menyusun Rencana Pengawasan Akademik/Rencana Pengawasan
Bimbingan Konseling (RPA/RPBK) c.
Menyusunan Instrumen Supervisi 2. Teknik Supervisi Akademik Pelaksanaan
teknik supervisi kelompok dapat dilakukan dengan cara pertemuan atau rapat,
diskusi kelompok, dan mengadakan pelatihanpelatihan/workshop atau kegiatan
lain yang rerevan 3. Langkah-langkah Pelaksanaan Supervisi Akademik a.
Pertemuan Pra-pengamatan (Pra Observasi) b.
Pengamatan (Observasi) c.
Analisis hasil pengamatan (observasi) d.
. Pertemuan setelah pengamatan (Pasca Observasi) e.
Evaluasi Hasil Pengamatan 2. Pelaksanaan Supervisi Akademik a.
Pendekatan Pelaksanaan Supervisi Akademik b.
Model Supervisi Akademik c.
Teknik Supervisi Akademik d.
Langkah-langkah Pelaksanaan Supervisi Akademik e.
. Indikator Keberhasilan Supervisi Akademik 3. Laporan Hasil Supervisi Akademik Laporan
sederhana hasil supervisi akademiksedikit-dikitnyamemuat (1)
Pendahuluan/Latar Belakang, (2) Hasil Supervisi, dan (3) Kesimpulan/Penutup 4. Tindak Lanjut Hasil Supervisi Cara-cara melaksanakan tindak lanjut hasil
supervisi akademik sebagai berikut. 1. Mengkaji rangkuman hasil supervisi. 2.
Apabila ternyata tujuan supervisi akademik dan standar-standar pembelajaran
belum tercapai, maka sebaiknya dilakukan penilaian ulang terhadap
pengetahuan, keterampilan dan sikap pendidik yang menjadi tujuan pembinaan.
3. Apabila ternyata memang tujuannya belum tercapai maka mulailah merancang
kembali program supervisi akademik pendidik untuk masa berikutnya. 4. Membuat
rencana aksi supervisi akademik berikutnya. 5. Mengimplementasikan rencana
aksi tersebut pada masa berikutnya. Implementasi
Tindak Lanjut: o
Pembinaan o
Teknik Peningkatan Kualitas Pembelajaran o
Pemantapan Instrumen Supervisi o
Pembimbingan Pemanfaatan Teknologi dan
Informasi Pendidikan |
|
|
3 |
Supervisi
Manajerial |
I.
Konsep Supervisi Manajerial A. Pengertian Supervisi adalah kegiatan
profesional yang dilakukan oleh pengawas sekolah dalam rangka membantu kepala
sekolah, guru, dan tenaga kependidikan lainnya guna meningkatkan mutu dan
efektivitas penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran. Supervisi manajerial
menitikberatkan pada pengamatan terhadap aspek-aspek pengelolaan dan
administrasi sekolah yang berfungsi sebagai pendukung
(supporting)terlaksanannya pembelajaran. B. Prinsip-prinsip 1. Harmonis Supervisi harus mampu
menciptakan hubungan kemanusiaan yang kolegial dan terbuka. 2. Berkesinambungan Supervisi harus dilakukan
secara berkelanjutan atau terus menerus dan bukan sambilan yang hanya
dialkukan sewaktu-waktu berdasarkan situasi dan kondisi. 3. Demokratis Supervisor tidak boleh
mendominasi pelaksanaan supervisi. Titik tekan supervisi yang demokratis adalah
aktif dan kooperatif 4. Integral Program dan pelaksananaan
supervisi harus dilakukan secara terpadu dengan mempertimbangkan berbagai
aspek dan melibatkan berbagai unsur untuk mencapai tujuan yang
telah ditetapkan. 5. Komprehensif. Program supervisi harus
mencakup keseluruhan aspek supervisi yang saling berkaitan. 6. Konstruktif Supervisi bukanlah
sekali-kali untuk mencari kesalahan-kesalahan kepala sekolah/guru tetapi untuk
membangun motivasi dan memperbaiki kondisi. 7. Objektif Dalam menyusun,
melaksanakan, dan mengevaluasi keberhasilan program supervisi harus
berdasarkan persoalan dan kebutuhan nyata dan masalah yang dihadapi sekolah C.
Metode dan Teknik Supervisi Manajerial dalam
Pembinaan Pengelolaan Sekolah Berikut
ini diuraikan tentang beberapa metode supervisi manajerial, yaitu: monitoring
dan evaluasi, FGD/DKT, metode Delphi, dan workshop II.
Langkah-langkah Supervisi Manajerial: A.
Perencanaan Supervisi Manajerial ·
Menyusun Program Kepengawasan Berdasarkan
Visi-Misi-Tujuan dan Program Pendidikan di Sekolah Dalam menyusun program pengawasan, pengawas
sekolah berkewajiban memberikan penjelasan dari pertanyaan berikut. What : Apa tujuan dan sasaran pengawasan? Who : Siapa yang terlibat dalam pengawasan? When : Kapan pengawasan dilakukan? Where : Di mana pengawasan dilakukan? Why : Mengapa pengawasan dilakukan? How : Bagaimana pengawasan dilakukan? Program pengawasan harus
“SMARTER” sehingga program pengawasan itu berisi program yang spesifik,
dapat diukur ketercapaiannya, sesuai dengan kondisi sekolah binaan, tidak
mengada-ada, jelas waktu pelaksanaannya, dapat dinilai secara objektif, dan
dapat ditinjau ulang sesuai dengan kebutuhan berbagai kondisi di sekolah, atau dalam
panduan kerja ini disebut SMARTER. 1. Pembinaan Kepala
Sekolah ·
Pembinaan Kepala Sekolah dalam pengeloaan
sekolah, pelaksanaan program PPK, dan MBS. ·
Pembinaan KS dan Guru dalam melaksanakan
Bimbingan Konseling di Sekolah ·
Pembinaan Guru dan KS dalam merefleksikan
pelaksanaan tugas pokok III. Pembinaan
Pengembangan Kewirausahaan Kepala Sekolah A.
Strategi Pembinaan Kewirausahaan Kepala
Sekolah B.
Pengertian Kewirausahaan Sekolah C.
Pemetaan Pengembangan Kewirausahaan Sekolah D.
Pemantauan Implementasi Kewirausahaan Kepala
Sekolah |
|
|
4 |
Evaluasi
Pendidikan |
I. Konsep Evaluasi Pendidikan bagi
Pengawas Sekolah A. Pengertian Evaluasi Pendidikan Evalausi
program merupakan rangkaian kegiatan untuk mengukur ketercapaian dan menilai
tingkat keberhasilan program yang telah direncanakan. Evaluasi program
bertujuan untuk menentukan kebijakan terkait kelanjutan suatu program bagi
pengambil kebijakan. Ada 4 alternatif tindak lanjut dari hasil evaluasi
program yaitu: (1) program dilanjutkan karena program sangat bermanfaat dan
pencapaian sangat tinggi; (2) program dilanjutkan tetapi perlu penyempurnaan
karena program sangat bermanfaat tetapi kualitas capaian rendah; (3) program
perlu dimodifikasi karena kebermanfaatannya rendah; dan (4) program tidak
dapat dilanjutkan. karena kebermanfaatan rendah dan pelaksanaannya banyak
hambatan. B. Model-model Evaluasi Berorientasi
Tujuan (Goal Oriented Evaluation Model) Bebas
Tujuan (Goal Free Evaluation Model) Formatif-Sumatif
(Formative-Summative Evaluation Model Evaluasi
Persetujuan (Countenance evaluation model) Centre
for the Study of Evaluation (CSE) Context –
Input – Process – Product (CIPP) Evaluation Evaluasi
Kesenjangan (Discrepancy Evaluation Model) II. Implementasi Kompetensi Evaluasi
Pendidikan di Sekolah Binaan: a. Menyusun kriteria dan
indikator keberhasilan pendidikan dan pembelajaran/ bimbingan tiap mata
pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan. b. . Penyusunan
Kisi-kisi dan Instrumen Evaluasi Pendidikan c. Pemantauan
Pelaksanaan Pembelajaran dan Evaluasi Belajar Peserta Didik d. Pembinaan Guru dalam
Pemanfataan Hasil Penilaian e. Penilaian Kinerja
Guru dan Kepala Sekolah |
|
|
5 |
Penelitian
dan Pengembangan |
I.
Konsep Penelitian dan Pengembangan Profesi bagi Pengawas
Sekolah Penelitian
pendidikan dilakukan untuk mengembangkan, menemukan dan menguji atas
kebenaran dari suatu konsep, prinsip, pengetahuan dan mengenai pendidikan
secara umum. Pada hakikatnya penelitian pendidikan merupakan cara untuk
memperoleh informasi yang bisa dipertanggungjawabkan sebagai upaya untuk
memahami proses kependidikan II. Unsur-unsur
Penelitian dan Pengembangan Profesi Pengawas Sekolah Kegiatan pengembangan profesi pengawas
sekolah meliputi penyusunan karya tulis/karya ilmiah hasil penelitian, karya
tulis/karya ilmiah hasil gagasan sendiri/best practice,
penerjemahan/penyaduran buku di bidang pendidikan formal/pengawasan, dan
membuat karya inovatif. Pengembangan profesi pengawas sekolah terdiri atas 3
(tiga) yakni: (1) Pembuatan Karya Tulis/Karya Ilmiah di Bidang Pendidikan
Formal/Pengawasan, (2) Penerjemahan/Penyaduran Buku, (3) Karya Inovatif. III.
Pembimbingan dan Pelatihan Pengembangan Profesi bagi Guru
dan Kepala Sekolah. Tugas
pokok pengawas sekolah adalah melaksanakan tugas pengawasan akademik dan
manajerial pada satuan pendidikan yang meliputi penyusunan program
pengawasan, pelaksanaan pembinaan, pemantauan pelaksanaan Standar Nasional
Pendidikan, penilaian, pembimbingan dan pelatihan profesional guru, evaluasi
hasil pelaksanaan program pengawasan, dan pelaksanaan tugas pengawasan di
daerah khusus. Berdasarkan pemahaman konsep Penelitian dan
karya tulis ilmiah, selanjutnya pembimbingan dan pelatihan guru dan/atau KS
dalam melaksanakan pengembangan profesi. Pembimbingan pelatihan profesional
guru dan atau kepala sekolah dilakukan melalui tahapan: 1. penyusunan program
pembimbingan dan pelatihan; 2. pelaksanaan program; dan 3. evaluasi hasil
pembimbingan dan pelatihan profesional guru dan/atau kepala sekolah. 4.
Laporan hasil pembimbingan dan pelatihan profesional guru dan/atau kepala
sekolah. |
|
Petunjuk pengisian
hasil refleksi pendalaman bahan pembelajaran:
1. Kolom
“a” diisi dengan nomor urut;
2. Kolom
“b” diisi dengan nama materi;
3. Kolom
“c” diisi dengan resume hasil eksplorasi materi secara garis besar;
4. Kolom
“d” diisi dengan hal-hal baru yang diperoleh setelah mendalami materi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar